RSS Feed

ekologi laut tropis

Evolusi.

evolusi adalah  perkembangan makhluk hidup dari bentuk yang sederhana ke betuk yang lebih kompleks menuju kesempurnaan secara bertahap dan memakan waktu yang sangat lama.Yang pertama adalah makhluk hidup yang berubah akan mampu bertahan dan tidak punah atau disebut juga dengan istilah evolusi progresif. Sedangkan kemungkinan atau opsi yang kedua adalah mahluk hidup yang berubah atau berevolusi tadi gagal bertahan hidup dan akhirnya punah atau disebut dengan evolusi regresif. Perubahan ini hasil dari interaksi antara proses-proses yang memperkenalkan variasi dalam populasi, dan proses lainnya yang menghapus itu.

 

Suksesi primer & Suksesi Skunder.

Suksesi adalah suatu proses perubahan, berlangsung satu arah secara teratur yang terjadi pada suatu komunitas dalam jangka waktutertentu hingga terbentuk komunitas baru yang berbeda dengan komunitas semula. Dengan perkataan lain. suksesi dapat diartikan sebagai perkembangan ekosistem tidak seimbang menuju ekosistem seimbang.

Sukseksi primer:

Suksesi primer terjadi jika suatu komunitas mendapat gangguanyang mengakibatkan komunitas awal hilang secara total sehinggaterbentuk habitat baru.

Sukseksi Skunder:

Suksesi sekunder terjadi jika suatu gangguan terhadap suatu komunitas tidak bersifat merusak total tempat komunitas tersebut sehingga masih terdapat kehidupan / substrat seperti sebelumnya.

 

 

Faktor pembatas.

Faktor pembatas adalah suatu yang dapat menurunkan tingkat jumlah dan perkembangan suatu ekosistem lingkungan merupakan faktor pembatas.

Pertumbuhan organisme yang baik dapat tercapai bila faktor lingkungan yang mempengaruhi pertumbuhan berimbang dan menguntungkan. Bila salah satu faktor lingkungan tidak seimbang dengan faktor lingkungan lain, faktor ini dapat menekan atau kadang-kadang menghentikan pertumbuhan organisme. Faktor lingkungan yang paling tidak optimum akan menentukan tingkat produktivitas organisme.

 


sumber:

http://www.try4know.co.cc/2010/03/faktor-pembatas-ekosistem.html

sumber: http://pengertian-definisi.blogspot.com/2010/10/definisi-suksesi-sekunder.html

Pengertian Evolusi http://id.shvoong.com/humanities/archeology/2091012-pengertian-evolusi/#ixzz1IWi10Qj7

 

Link energi,habitat,relung,adaptasi.

http://abymarssiono.wordpress.com/


 

 

Alat-alat dan Istilah-istilah yang berhubungan dengan densitas

ALAT- ALAT YANG BERHUBUNGAN DALAM PENGUKURAN DENSITAS

Dalam setiap pengukuran, kita tidak bisa menggunakan penghitungan tanpa menggunakan alat bantu, berikut adalah beberapa alat yang digunakan dalam pengukuran, khususnya densitas, antara lain :

Piknometer


 

Massa jenis suatu zat dapat ditentukan dengan berbagai alat, salah satunya adalah dengan menggunakan piknometer. Piknometer adalah suatu alat yang terbuat dari kaca, bentuknya menyerupai botol parfum atau sejenisnya. Jadi dapat diartikan disini, piknometer merupakan alat yang digunakan untuk mengukur nilai massa jenis atau densitas fluida. Terdapat beberapa macam ukuran dari piknometer, tetapi biasanya volume piknometer yang banyak digunakan adalah 10 ml dan 25 ml, dimana nilai volume ini valid pada temperature yang tertera pada piknometer tersebut. Berikut contoh gambar dari piknometer:

Bagian-bagian Piknometer, Adapun jenis atau bentuk piknometer yang kita ketahui itu terdiri dari tiga bagian, yaitu:

1.Tutup piknometer, untuk mempertahankan suhu di dalam piknometer.

2. Lubang

3.Gelas atau tabung ukur, untuk mengukur volume cairan yang dimasukkan dalam piknometer

Prinsip Kerja atau Cara Menggunakan Piknometer

Berikut tata cara menggunakan piknometer untuk menentukam massa jenis suatu zat:

1.Melihat berapa volume dari piknometernya (tertera pada bagiantabung ukur), biasanya ada yang bervolume 25 ml dan 50 ml.

2.Menimbang piknometer dalam keadaan kosong.

3.Memasukkan fluida yang akan diukur massa jenisnya ke dalam piknomeer tersebut.

4.Menutup piknometer apabila volume yang diisikan sudah tepat.

5.Menimbang massa piknometer yang berisi fluida tersebut.

6.Menghitung massa fluida yang dimasukkan dengan cara mengurangkan massa pikno berisi fluida dengan massa pikno kosong.

7.Setelah mendapat data massa dan volume fluidanya, kita dapat menentukan nilai rho/masssa jenis (ρ) fluida dengan persamaan: rho (ρ) = m/V=(massa pikno+isi) – (massa pikno kosong) / volume. Adapun satuan yang biasanya di gunakan yaitu massa dalam satuan gram (gr) dan volume dalam satuan ml = cm3

8.Membersihkan dan mengeringkan piknometer.

ALAT MONITOR DAN KENDALI DENSITAS CAIRAN YANG MENGALIR DIDALAM PIPA MENGGUNAKAN RADIOAKTIF GAMMA


 

 

 

 

WILAYAH UKUR                =  200 gr/dm3   sampai  3200 gr/dm3 (Sllury Fluida)

KETELITIAN UKUR           =  1. 0 % /  0,1 %

DETEKTOR                             =  Ionchamber / Scintilation

JENIS SUMBER                    =  Cs137  atau Co60

SUMBER DAYA                    =  110V ac / 220V ac , 50 Hz, 2 A

SIGNAL KELUARAN         =  4-20 mA, atau RS232 / RS422

UKURAN PIPA                    =  4” sampai 20 “

APLIKASI                              =  Petrokimia, Pertambangan, Kilang Minyak, Distribusi Minyak Industri Biji Plastik, Industri Pulp Kertas, Opasitas Stack Industri Semen / PLTU ( Pernah digunakan oleh Petrokimia Gresik )

MOUNTING                          =  Explosion Proof Standard  Div I /Class II  Aman Untuk Lingkungan.

Kegunaan dari sistem monitor dan alat kendali densitas adalah untuk mengukur / mengedalikan aliran fluida, slurry, yang mengalir di dalam pipa. Alat ini telah digunakan oleh beberapa perusahaan besar seperti:

  1. Pengendalian slurry phospat p205 pada proses pembuatan pupuk p236 di petrokimia Gresik
  2. Menentukan jumlah lumpur yang dipindahkan pada kegiatan kapal keruk
  3. Menentukan dan mengendalikan slurry terepthalid acid pada proses aromatic pertamina plaju
  4. Mengukur dan mengendalikan consistency pulp pada bahan baku industry kertas
  5. Mengukur dan mengendalikan slurry pada reactor high density poliethylen di industry biji plastic PT. Chandra Asri.

Sistem ini menggunakan metoda serapan radiasi beta yang dikemas sedemikian rupa sehingga ramah lingkungan

Piknometer AccuPyc seri II 1340 (Laboratory Desnsity meter)


Merupakan salah satu piknometer  yang cepat, analisis sepenuhnya otomatis yang menyediakan kecepatan tinggi, pengukuran presisi tinggi volume dan perhitungan kepadatan pada berbagai macam bubuk, padat, dan lumpur.

Piknometer ini menggunakan perpindahan gas untuk mengukur volume, AccuPyc 1340 dapat menganalisis sampel hanya dalam waktu kurang dari tiga menit. Instrumen ini dapat dioperasikan dengan tombol atau dapat juga menggunakan sambungan ke komputer  yang menyediakan pelaporan yang rinci dan kemampuan pengarsipan. Kedua versi termasuk sampel masukan massa langsung dari keseimbangan dan siklus pelaporan perpindahan berbasis volume.Dengan menggunakan sambungan ke  Windows, fitur seperti pelaporan tekanan equilibrium berdasarkan waktu dan perhitungan tambahan seperti konten persen padatan dan volume pori total disertakan.

Dalam pengukuran dengan ketelitian yang tinggi, AccuPyc II 1340 piknometer dengan modul analisa yang terintegrasi dapat mengendalikan hingga lima modulanalisis tambahan eksternal. Setiap modul dapat memiliki ruang ukuran sampel yang berbeda (1 cm3, 10 cm3, 100 cm3, 350 cm3) memberikan fleksibilitas bahkan lebih. Piknometer jenis ini biasanya banyak digunakan dalam laboratorium besar karena alat ini menggunakan ketelitian yang sangat tinggi dalam pengukurannya

Density Gradient Columns


Dirancang untuk mengukur densitas (g-cm3) dari padatan dengan menggunakan metode Density Gradient dengan bola dikalibrasi pada kepadatan yang telah diketahui.Jarak operasi: 0,5 sampai 3 g- cm3. Akurasi: 4 angka signifikan. Tersedia dengan 1 sampai 6 kolom Model. Memenuhi ISO, ASTM dan standar yang lainnya.


ISTILAH – ISTILAH DALAM DENSITAS

Dalam mempelajari densitas biasanya kita akan menjumpai kata kata seperti :

Massa jenis

adalah pengukuran massa setiap satuan volume benda. Semakin tinggi massa jenis suatu benda, maka semakin besar pula massa setiap volumenya. Massa jenis rata-rata setiap benda merupakan total massa dibagi dengan total volumenya. Sebuah benda yang memiliki massa jenis lebih tinggi (misalnya besi) akan memiliki volume yang lebih rendah daripada benda bermassa sama yang memiliki massa jenis lebih rendah (misalnya air). Massa jenis mempunyai lambang ρ (rho)

Massa

(berasal dari bahasa Yunani μάζα) adalah suatu sifat fisika dari suatu benda yang digunakan untuk menjelaskan berbagai perilaku objek yang terpantau. Dalam kegunaan sehari-hari, massa biasanya disinonimkan dengan berat. Namun menurut pemahaman ilmiah modern, berat suatu objek diakibatkan oleh interaksi massa dengan medan gravitasi.

Salinitas

adalah tingkat keasinan atau kadar garam terlarut dalam air. Salinitas juga dapat mengacu pada kandungan garam dalam tanah.

Suhu

juga disebut temperatur yang diukur dengan alat termometer. Empat macam termometer yang paling dikenal adalah Celsius, Reumur, Fahrenheit dan Kelvin.

Tekanan (p)

adalah satuan fisika untuk menyatakan gaya (F) per satuan luas (A).

Satuan tekanan sering digunakan untuk mengukur kekuatan dari suatu cairan atau gas.

Volume

atau bisa juga disebut kapasitas adalah penghitungan seberapa banyak ruang yang bisa ditempati dalam suatu objek. Objek itu bisa berupa benda yang beraturan ataupun benda yang tidak beraturan. Benda yang beraturan misalnya kubusbaloksilinderlimaskerucut, dan bola. Benda yang tidak beraturan misalnya batu yang ditemukan di jalan. Volume digunakan untuk menentukan massa jenis suatu benda.

SUMBER :

http://id.wikipedia.org

http://www.scribd.com/doc/41294719/alat-ukr

http://ronydjokorayono.blogspot.com/2010/09/alat-monitor-dan-kendali-densitas.html

http://www.scribd.com/doc/50171378/Teknologi-Inovatif-dari-BATAN

http://www.directindustry.com/prod/ceast/density-gradient-columns-23643-57071.html

http://www.directindustry.com/prod/micromeritics/laboratory-density-meters-30867-312418.html

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!